overthinking karena belum pernah pacaran?
yap..
pertanyaan itu sering datang di saat-saat paling sepi. saat semuanya terasa tenang di luar, tapi di dalam kepala aku justru ramai.
“kenapa aku belum pernah pacaran?”
“apa ada yang salah dari diri aku?”
aku gak selalu berani mengakuinya,
tapi pertanyaan itu kadang terasa menusuk pelan-pelan. apalagi ketika orang lain mulai bertanya, seolah ini adalah hal yang harusnya sudah aku jalani. dan setiap kali itu terjadi,
aku cuma tersenyum dan menjawab ringan,
“belum ada bu, masih kecil diva, haha” jawab ku dengan tertawa, seolah itu bukan apa-apa, seolah aku benar-benar santai.
padahal di dalam hati, aku juga sedang mencari jawabannya.
aku sering mendengar cerita teman-temanku tentang hubungan mereka.
tentang bahagia, tentang kecewa, tentang luka yang tidak selalu terlihat. aku berterimakasih dan bersyukur mereka percaya untuk bercerita,
karena dari mereka, aku belajar banyak hal
tanpa harus mengalaminya sendiri.
tapi di sisi lain, aku juga diam-diam bertanya…
"kapan ya, giliran aku?"
sejujurnya, aku merasa belum pernah benar-benar ada laki laki yang datang untuk tinggal.
beberapa datang, tapi hanya sebentar.
penasaran, lalu pergi. (definisi people come and go, haha)
dan aku mulai terbiasa dengan itu, meskipun kadang tetap terasa kosong. kadang aku menyalahkan diri sendiri.
mungkin aku kurang terbuka?
mungkin aku terlalu cuek?
mungkin aku yang tanpa sadar menjauhkan orang?
atau…
mungkin memang belum waktunya?
pikiran itu berputar terus, terutama di malam hari, saat aku tidak punya distraksi apa pun selain suara hati sendiri. tapi dari semua pertanyaan itu, aku perlahan mulai memahami sesuatu. mungkin ini bukan tentang ada yang salah. mungkin ini hanya tentang waktu.
aku bukan tipe yang ingin menjalani sesuatu
hanya karena semua orang juga melakukannya.
aku ingin sesuatu yang jelas. yang punya arah.
yang bisa membuat aku dan dia growth together.
dan mungkin…
itu yang membuat aku harus menunggu sedikit lebih lama.
bukan karena aku tidak cukup, tapi karena aku tidak ingin asal. aku juga sadar, aku belum sepenuhnya siap. bahkan untuk memikirkan hal yang lebih jauh seperti pernikahan, aku masih butuh waktu untuk memahami diri aku sendiri, butuh waktu untuk penyesuaian diri.
jadi daripada terus bertanya “kenapa aku belum pernah pacaran?”. aku mulai mencoba mengubah pertanyaannya, “apa yang bisa aku siapkan untuk diriku di masa depan?”.
belajar menjadi pribadi yang lebih baik,
belajar memahami orang lain, dan akan belajar menjadi pasangan, bahkan orang tua yang baik.
mungkin jalanku memang sedikit berbeda.
lebih sepi..
lebih pelan..
ya, aku memilih pilihan ini, setiap aku punya kesempatan, aku selalu memilih pilihan ini dan aku tidak menyesali nya!
aku percaya, semua akan datang di waktu yang tepat.
dan saat itu tiba, aku ingin menyambutnya sebagai versi terbaik dari diriku.
- untuk aku,
gak apa-apa ya kalau jalannya berbeda.
kita tetap akan sampai, dengan cara kita sendiri. 🌷

Tidak ada komentar:
Posting Komentar